Wednesday, October 17, 2012

Alangkah indahnya jika kematian semudah ini...

Assalamu'alaikum warohbatullohi wa barokatuh....

Selamat petang...

Sore nanti, insya Alloh saya akan berangkat Haji.  Tadi pagi, saya sudah melakukan salam perpisahan kepada rekan-rekan saya, sesama penggemar Bursa.  Siang tadi, setelah sholat Dhuhur, saya sholat tobat.    Saya dan istri saya sudah meninggalkan semua pesan-pesan pihak-pihak terkait mengenai berbagai hal: termasuk sebuah kebutuhan anak-anak saya, baik finansial maupun non finansial.  Sore ini, setelah Ashar... adik saya berserta istrinya akan mengantarkan saya ke Bandara.

Satu yang terlintas di kepala saya: Andai proses sakaratul maut semudah ini.  Hidup bakal terasa sedemikian mudah.

Nggak mudah gimana.. kalau kita tahu kapan kita mati, maka kita akan meninggalkan dunia ini dengan semua persiapannya.  Kita bisa menghadap Alloh SWT dengan tanpa beban.  Tanpa dosa...

Tapi... kan tidak semudah itu.

Haji itu.. sebuah ibadah wajib.  Wajib hanya bagi mereka yang mampu.  Kalau tidak mampu, maka anda tidak wajib untuk melakukannya.  Orang bilang... ibadah Haji itu sedemikian berat, sehingga ketika kita berangkat, kita harus mempersiapkan diri seolah kita akan menghadapi kematian.  Agar kalau ternyata kita tidak kembali, kita tidak lagi meninggalkan kewajiban lagi di dunia ini.  Tapi disisi lain, banyak juga orang yang bilang, bahwa ibadah Haji itu mudah, selama Alloh SWT memudahkannya.  Itulah sebabnya, hari-hari ini, saya berusaha untuk mempersiapkan diri saya dengan sebaik-baiknya, selain juga saya selalu berdoa, agar Alloh SWT memudahkan saya dalam melaksanakan ibadah Haji ini.

Aamiin.. ya Robbal Alamiin...

Semoga Alloh SWT memudahkan saya dalam ibadah Haji ini.  Aamiin...

Tapi... misalnya Alloh SWT berkehendak lain, anda mungkin pasti bertanya kepada saya: apa yang kira-kira saya menyesal untuk tidak saya lakukan selama hidup saya atau apa yang paling saya sesalkan, terutama terkait dengan karir saya di pasar modal?

  • Saya menyesal bahwa saya belum bisa menyelamatkan orang lebih banyak lagi dari kejamnya pasar modal Indonesia, kejamnya penggoreng saham.
  • Saya menyesal bahwa orang yang paling banyak membuat orang miskin dari pasar modal, atau orang yang paling banyak membuat orang sengsara di pasar modal, adalah sebuah keluarga Muslim.  Saya sebenarnya berharap, bahwa pada suatu hari nanti, kondisinya bisa berbalik.  Tapi sepertinya, saya kok ya pesimis ya.
  • Saya bisa berbuat lebih banyak, agar perdagangan saham secara Syariah bisa semakin memasyarakat di Bursa Efek Indonesia.
  • Saya menyesalkan bahwa aturan-aturan yang dikeluarkan oleh DSN - Bursa Efek Indonesia - Bapepam, sejauh ini masih terlalu mengakomodir kepentingan dari Bandar-bandar saham.  DSN harusnya segera sadar bahwa bandar-bandar saham yang berada di balik BEI dan Bapepam, sangat berkepentingan agar umat Islam bisa berjudi secara syariah sesuai dengan aturan yang mereka buat, sehingga DSN sebaiknya mulai membuat peraturan dengan mengandalkan hati.  Jangan hanya sekedar berpijak pada peraturan, nalar secara akal, tapi juga pada hati.  Bapepam dan BEI itu tidak bisa dipercaya.  Mereka terlalu dipenuhi oleh kemauan untuk memperkaya diri, dan memasarkan ide-ide busuk dibalik topeng yang mereka kenakan.
  • Saya menyesalkan bahwa saya belum bisa melepaskan diri dari sumber-sumber penghasilan non-syariah.  
  • Saya juga mohon agar Alloh SWT memaafkan saya karena saya belum mau mempromosikan ISSI sebagai sebuah icon Syariah.  Saya punya pertimbangan: Selama ISSI tidak diubah niatnya agar sesuai dengan 'shariah': dengan menghilangkan saham-saham yang berpotensi  ternyadinya penggorengan, berpotesi terjadinya backdoor listing, berpotensi terjadinya judi, ISSI itu hanya alat untuk memasarkan judi bagi orang muslim. Semoga DSN bisa membantu BEI dalam membenahi ISSI.

So... itu tadi pesan terakhir saya sebelum saya ber-Haji.

Semoga Alloh SWT memberikan saya kesempatan kedua bagi saya, untuk berjuang di jalan-Nya.

Dah... sekarang saya mau sholat Taubat dulu... semoga Alloh SWT memaafkan saya dari kesalahan-kesalahan yang telah saya lakukan ketika saya menulis surat ini.

Wassalamu'alaikum.. wa rohmatullohi wa barokatuh...

Selamat berdagang saham... semoga barokah...
Satrio Utomo

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes